Kamis, 21 Juli 2011

Usia 16, Gadis Ini "Berubah" Jadi Pria

Saat masih menjadi Nicola (kiri) dan setelah menjadi Jason C (kanan)
VIVAnews - "Saya adalah seorang laki-laki yang terperangkap dalam tubuh seorang perempuan." Meyakini kondisi itu, Nicola segera membabat habis rambutnya. Gadis cantik 16 tahun itu juga menanggalkan semua atribut keperempuanannya seperti rok, aksesori, dan make up.

Dengan balutan celana maskulin dan kaos ketat untuk menekan payudaranya agar tak menonjol, Nicola mulai memperkenalkan diri ke lingkungan sosialnya sebagai Jason Cooper.

Terlahir dengan alat kelamin perempuan, ia sudah mencoba menjadi gadis remaja pada umumnya. Tapi, ia selalu tersiksa. Ia pun pernah berpacaran dengan laki-laki saat usia 15 tahun. Tapi, sama sekali tak ada gairah untuk mencium kekasihnya. Hubungan itu pun kandas dalam satu bulan.
"Periode hidup yang sangat buruk, tapi itu justru membuat saya yakin bahwa saya tak bisa terus menjalani hidup sebagai perempuan lagi," kata Jason, seperti dikutip dari laman mirror.co.uk.

Menjadi Jason adalah akhir dari pergulatan batin selama bertahun-tahun. Ia beruntung karena teman-temannya sangat mendukung keputusan besar itu. Teman-temannya pula yang kemudian membantunya meyakinkan sang ibu untuk menerima perubahan tersebut.

Alison, sang ibu, cukup syok melihat putri cantiknya berubah menjadi sosok yang sangat maskulin. "Saya menangis karena merasa seperti kehilangan anak perempuan. Tapi akhirnya saya sadar, dia telah menjadi anak laki-laki yang mengagumkan, saya kagum dengan keberaniannya mengambil keputusan penting dalam hidup," kata sang ibu.

Demi menunjukkan dukungan pada putrinya, Alison pun menemani Jason berkunjung ke dokter spesialis pada 10 September 2010. Di klinik itu, Jason mendapat suntikan testosteron untuk menyempurnakan statusnya sebagai laki-laki. Perlahan, Jason tak lagi mendapat menstruasi, suaranya bertambah berat, dan tumbuh brewok.

Suntikan hormon laki-laki itu membuat Jason semakin percaya diri. Sembari menunggu kesempatan untuk melakukan operasi pengangkatan payudara dan perubahan genital, Jason tak ragu menjalin hubungan asmara dengan gadis cantik bernama Rebecca Green. "Memiliki Rebecca di samping saya membuat saya lebih mudah menjalani hidup," ujar Jason.
 
Sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/233890-orientasi-seksual-berubah-saat-usia-16-tahun

Makin Bergairah Setelah Vasektomi

Pria umumnya hanya memiliki dua pilihan metode KB, yakni kondom dan vasektomi. Kondom menjadi populer karena penggunaannya yang mudah. Vasektomi tidak dilirik karena menakutkan. Menurut data BKKBN, partisipasi pria dalam KB hanya mencapai 1,5 persen dan hanya 0,2 persen peserta KB pria yang bersedia divasektomi.

Sebenarnya apa itu vasektomi? Mengapa vasektomi terdengar begitu menakutkan?

Vasektomi adalah mengikat saluran sperma pria yang pertama kali diaplikasikan pada pria di tahun 1899 dan marak dilakukan selama Perang Dunia ke-2.

Pada metode yang lebih modern, dikembangkan oleh Thailand, yang disebut dengan Vasektomi Tanpa Pisau (VTP), hal ini tidak dilakukan dengan cara yang menyeramkan. Hanya dibius lokal pada kulit sebelah pinggir kantong buah zakar setelah meraba lokasi saluran sel sperma atau vas deferens.

Lalu, bagian tersebut dibedah beberapa sentimeter untuk menemukan saluran. Saluran sperma lalu diikat pada dua sisi dan dipotong, lalu dimasukkan kembali ke dalam kantong zakar. Bekas luka pun dijahit. Proses ini memakan waktu 10 hingga 20 menit untuk kedua sisi buah zakar.

Menurut Dr Yusro Hadi Maksum, pemimpin penelitian vasektomi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, vasektomi adalah cara ampuh untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Bahkan, vasektomi telah berkembang pesat di negara-negara yang berpenduduk padat seperti China, India, dan Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, vasektomi pun memiliki dampak positif bagi kesehatan dan kehidupan seks. Diketahui bahwa vasektomi adalah salah satu metoda dalam penyembuhan pembengkakkan kelenjar prostat.

Dalam seks, pasangan suami istri akan lebih menikmati seks karena tidak lagi dikhawatirkan adanya kebocoran yang dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. "Hal ini membuat seks semakin hot," ujarnya.

Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Yusro di Bandar Lampung, responden yang bersedia divasektomi mengakui bahwa frekuensi hubungan seksual dengan sang istri meningkat bahkan bisa mencapai dua kali ejakulasi semalam. "Peningkatan frekuensi hubungan seksual terjadi karena secara psikologis tidak terbebani dan adanya rangsangan yang muncul karena tersumbatnya saluran," kata Dr. Yusro.

Menurutnya, rangsangan-rangsangan dari dalam muncul ketika sperma terhenti di sekitar testis. Selama proses menunggu tubuh menghancurkan sperma tersebut, ada rangsangan yang yang menusuk saraf di sekitar alat kelamin sehingga keinginan mencapai kenikmatan seksual pun bertambah.

Namun memang, cairan yang keluar tidak akan sekental seperti sebelum melakukan vasektomi. Hal ini dikarenakan bibit sperma sudah tidak ikut keluar dalam ejakulasi.

Vasektomi tidak akan mengakibatkan impotensi karena tidak akan terjadi penumpukan. Bibit sperma yang diproduksi setiap 1x24 jam atau 2x24 jam akan hancur oleh tubuh dalam 3x24 jam. "Dia akan mati dan diserap kembali oleh tubuh, lalu akan dimanfaatkan oleh pembuluh darah di sekitarnya. Zat yang bermaanfaat diserap, yang tidak bermanfaat ya dihancurkan," ia menjelaskan.

Walaupun merupakan metode kontrasepsi jangka panjang, pria yang baru saja divasektomi masih harus menggunakan kondom selama 20 kali berhubungan seks. Hal ini dikarenakan, masih ada sisa-sisa bibit sperma selama 20 kali berhubungan seks yang memungkinkan terjadinya kehamilan. "Untuk meyakinkan akan ada uji laboratorium," ujarnya.

Tidak hanya itu, vasektomi yang menghabiskan Rp1 hingga 3 juta atau Rp550ribu program subsidi pemerintah ini masih dapat dilakukan penyambungan atau rekanalisasi.

"Rekanalisasi bisa dilakukan tapi tingkat keberhasilannya hanya 60 persen kalau itu baru. Makin lama dia divasektomi, semakin rendah tingkat keberhasilannya (dalam artian kembali subur)," ujarnya.

Tertarik berpartisipasi?
 
Sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/234540-kian-bergairah-usai-vasektomi

Cangkok rahim Milik Ibunya

Pengalaman menjadi seorang ibu merupakan hal yang sangat luar biasa bagi seorang wanita. Namun, itu tak ditakdirkan untuk Sara Ottoson. Gadis 25 tahun ini terlahir tanpa rahim. Ia tak mungkin hamil.

Namun, Sara tak menyerah. Demi merasakan pengalaman berharga menjadi ibu, ia mencari pendonor yang bersedia memberikan rahim. Pilihan cocok jatuh ke sang ibu: Eva Ottoson, 56.

Sang bunda merelakan rahimnya agar Sara beroleh kesempatan menjadi ibu. "Sara membutuhkan rahim dan aku donor terbaik baginya. Sehingga kami akan melakukan (operasi transplantasi)," kata Eva.

Eva menambahkan, "Dia membutuhkan (rahim) lebih dari saya. Saya sudah punya dua anak perempuan, dan saya telah merasa cukup."

Di musim semi tahun depan, ibu dan anak tersebut akan menjalani operasi transplantasi rahim di sebuah rumah sakit Gothenburg, Swedia, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Bila operasi berhasil, Sara menjadi wanita pertama di dunia yang akan melahirkan anak dari rahim transplantasi. Rahim tempatnya bersemayam selama sembilan bulan sebelum lahir.

Sebagai guru Biologi, Sara menganggap operasi itu sama dengan cangkok organ lain. "Saya lebih khawatir karena ibu akan menjalani sebuah operasi besar."

Para pakar dari di Gothenburg menyatakan, kemajuan ilmu pengetahuan akan membuat keinginan ibu dan anak tersebut lebih mungkin tercapai. Meski secara teknis, transplantasi rahim jauh lebih sulit daripada transplantasi ginjal, hati, atau jantung.

"Kesulitannya menghindari pendarahan dan memastikan bahwa pembuluh darah cukup untuk menghubungkan dengan rahim."
Transplantasi rahim pernah dilakukan pada era 2000-an di Arab Saudi. Namun, operasi gagal setelah pencangkokan mencapai 99 hari. Tubuh pasien menolak rahim sehingga harus diangkat kembali.

Sumer : http://kosmo.vivanews.com/news/read/227042-ibu-anak-jalani-transplantasi-rahim-pertama

10 Bencana Alam Terkejam